Menu Tutup

Kolaborasi SDGs Center UBL, YSC, dan Yayasan Azzahra Bahas Mitigasi Banjir dan Penguatan Sosial di Pesawahan, Bandar Lampung

Bandar Lampung, 13 februari 2026 – Center for Sustainable Development Goals Studies (SDGs Center) Universitas Bandar Lampung bersama Youth Sanitation Concern (YSC) Indonesia, kembali melakukan audiensi ke Yayasan Azzahra dalam rangka penguatan kolaborasi penanganan persoalan lingkungan dan mitigasi bencana di RT 46 Kelurahan Pesawahan.

Kegiatan ini dibuka oleh Aditia Mahatidanar dan dilanjutkan dengan sambutan dari M. Ali Hanafi. Dalam pertemuan tersebut, tim SDGs Center UBL memaparkan hasil pemetaan wilayah RT 46 yang telah dilakukan sebelumnya. Pemetaan ini menyoroti persoalan banjir rob yang masih menjadi tantangan utama warga, khususnya belum tersedianya sistem peringatan dini (early warning system). Selama ini, warga hanya mengandalkan pengamatan langsung melalui drainase untuk mengetahui kenaikan air.

Iffah Rachmi selaku direktur Eksekutif YSC, menjelaskan sejumlah upaya yang telah dilakukan, termasuk pengembangan teknologi water filter untuk membantu penyediaan air bersih pascabanjir. Ia menyampaikan bahwa distribusi air bersih biasanya baru dapat dilakukan satu hari setelah banjir terjadi, dengan pengembangan lanjutan ditargetkan pada bulan Juni mendatang. Selain itu, YSC sebelumnya juga berhasil menurunkan kadar air payau hingga sekitar 20 persen bagi kurang lebih 10 kepala keluarga pengguna MCK komunal.

Dari kepala sekolah SMP Islam AzZahra Lampung, Umi Fatirah menyampaikan bahwa para siswa/i SMP AzZAHRA juga telah mengembangkan inovasi deteksi dini banjir berbasis panel surya yang terhubung dengan internet. Namun demikian, masih terdapat tantangan, terutama terkait ketergantungan pada jaringan serta aspek keberlanjutan dan dampak kesehatannya.

Diskusi juga menyoroti kuatnya proses sosial di masyarakat RT 46, di mana warga memiliki sistem iuran kelompok untuk pengelolaan sarana bersama, termasuk perbaikan MCK komunal dan pompa air yang sempat rusak. Semangat gotong royong ini dinilai menjadi modal sosial penting dalam mendukung program mitigasi bencana dan peningkatan kualitas lingkungan.

Direktur SDGs Center UBL, Fritz Akhmad Nuzir, menekankan pentingnya perencanaan mitigasi yang komprehensif, khususnya dalam menghadapi potensi banjir dengan ketinggian ekstrem serta skema penyelamatan warga. Sementara itu, Yayasan Azzahra juga mendorong kampanye sosial yang mampu menyuarakan persoalan banjir agar mendapat perhatian lebih luas dan berdampak nyata.

Pertemuan ini menjadi langkah awal penguatan sinergi antara dunia pendidikan, organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat lokal dalam membangun ketahanan lingkungan dan sosial secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *