Menu Tutup

SDGs Center UBL melakukan Kunjungan Audiensi ke Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pringsewu

Bandar Lampung, 12 februari 2026 – SDGs Center UBL melakukan kunjungan audiensi ke Dinas Ketahanan Pangan dalam upaya memperkuat sinergi lintas sektor untuk mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan dalam inisiatif KEM11LAU.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Budi Efriyanto, Sekertaris Dinas Ketahanan Pangan Budi Pramono, Direktur SDGs Center UBL Fritz Akhmad Nuzir, serta tim SDGs Center UBL yang bertempat di Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pringsewu.

Dalam Audiensi ini, Budi Efriyanto menyampaikan bahwa ketahanan pangan memiliki keterkaian erat dengan kondisi kebencanaan yang kerap terjadi di berbagai wilayah terutama di wilayah Kabupaten Pringsewu. Setia pada bencana, kami selalu turun ke lapangan. Selain itu, secara rutin setiap satu bulan sekali juga dilaksanakan rapat koordinasi (rakor) yang membahas isu pangan serta keterkaitannya dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), ungkap Budi Efriyanto.

Sementara itu, Fritz Akhmad Nuzir menyampaikan bahwa SDGs Center UBL saat ini tengah mengembangkan dan mendorong implementasi Project KEM11LAU sebagai salah satu inisiatif strategis untuk mendukung penguatan ketahanan pangan dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya di wilayah Pringsewu Barat dan Pringsewu Timur. Hal ini dinilai relevan karena kedua wilayah tersebut masih menghadapi berbagai permasalahan banjir akibat sistem drainase yang belum optimal. Project ini dirancang untuk mendorong kolaborasi multipihak melalui pendekatan berbasis data, riset, serta keterlibatan masyarakat, guna memastikan program ketahanan pangan berjalan secara inklusif, berkelanjutan, dan adaptif terhadap risiko bencana.

“Melalui Project KEM11LAU, SDGs Center UBL berupaya menjembatani peran akademisi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya agar kebijakan serta aksi di bidang ketahanan pangan dapat lebih terintegrasi dan berdampak nyata,” ungkapnya.

Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi program, pertukaran data, serta penyusunan rencana aksi bersama dalam mendukung ketahanan pangan daerah yang selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal maupun nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *