
Bandar Lampung, 12 Januari 2026 — Kunjungan tim (UCLG ASPAC) ke SDGs Center Universitas Bandar Lampung, dalam rangka mengevaluasi pelaksanaan Program Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) untuk menunjukkan pentingnya pendekatan dalam mewujudkan pembangunan perkotaan yang tangguh terhadap perubahan iklim dan inklusif.
Kukuh Setyawan selaku Konsultasi Evaluasi program CRIC menyampaikan terkait pengumpulan informasi untuk memastikan bahwa kondisi dokumen serta penggabungan kebijakan di seluruh kota mitra tercatat dengan akurat dalam Laporan Akhir Program dan Laporan Evaluasi CRIC. Evaluasi yang dilakukan tidak hanya menilai pencapaian output dari setiap pilar secara terpisah, tetapi juga menilai keselarasan, integrasi, dan kolaborasi antar pilar-pilar dalam mencapai tujuan tematik yang telah ditetapkan.
“Pendekatan evaluasi ini memungkinkan kami untuk melihat gambaran menyeluruh tentang bagaimana program CRIC berkontribusi terhadap ketahanan iklim dan inklusivitas di kota-kota mitra,” ujar Kukuh Setyawan.
Fritz Akhmad Nuzir selaku Direktur SDGs Center Universitas Bandar Lampung (UBL), menyampaikan bahwa evaluasi Program CRIC memiliki peran strategis dalam melihat dampak dan keberlanjutan pembangunan perkotaan berbasis ketahanan iklim. Evaluasi pelaksanaan Program CRIC tidak hanya difokuskan pada pencapaian output, tetapi juga pada hasil evaluasi ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran penting bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya dalam memperkuat integrasi isu perubahan iklim ke dalam kebijakan pembangunan perkotaan.
Dengan adanya evaluasi ini, Program CRIC diharapkan dapat menyusun laporan akhir yang komprehensif dan akurat, serta memberikan saran strategis untuk pengembangan tindakan iklim di kota-kota mitra di masa mendatang.